Mauu tau asal-usul buku..??
Baca ini ya..!!..penjelasan tentang buku..!!
uluhan
ribu judul buku yang menyerbu pasaran dunia setiap tahun menunjukkan
bahwa buku tak bisa dipisahkan dengan masyarakat modern. Berbagai jenis
isi dan format menempatkan buku sebagai produk non-periodik yang paling
banyak diterbitkan. Walaupun, semenjak meluasnya penggunaan internet
bagi kebutuhan informasi perlahan seperti hendak menggeser dominasi buku
pada umumnya. Apalagi dengan maraknya buku-buku elektronik atau disebut
juga e-book telah banyak tersebar luas di dunia maya.
Bagaimanapun
kita tak bisa begitu saja melupakan sejarah dari buku itu sendiri.
Begitupun, sungguh sulit untuk melacak kapan lahirnya bentuk tertua dari
segala jenis penerbitan itu. Dengan penelitian yang tak putus-putusnya
para arkeolog berhasil merumuskan ciri-ciri kahas buku masa prasejarah.
Misalnya, fungsinya sebagai alat komunikasi yang menggunakan sistem
penulisan atau lambang visual (seperti gambar atau notasi lagu) dan
dibuat dalam jumlah cukup banyak.
Melihat ciri-ciri tersebut, didapatkan
tonggak waktu saat masyarakat prasejarah mulai mengenal tulisan, yaitu ±
4000 tahun SM (Sebelum Masehi). Sejauh itu juga belum bisa ditentukan
tenggang waktu saat manusia membuat buku pertamanya dan bagaimana
bentuknya.

Lempengan tanah liat zaman Mesopotamia
Lempengan tanah liat zaman
MesopotamiaPada situs kota-kota kuno ditemukan ratusan ribu lempengan
tanah liat atau batu dengan torehan karakter huruf diatasnya. Melihat
letak penemuannya di wilayah Mesopotamia, disimpulkan bangsa Samaria, Babilonia, dan Syria kuno adalah pelakunya.
Meski bentuk dan ukurannya
bermacam-macam, umumnya lempengan tipis itu berbentuk persegi empat
dengan panjang ± 12,5 cm, Menurut perkiraan, penulisan dilakukan pada
saat lempengan itu masih agak basah dengan menggunakan pena atau jarum.
Karakter huruf yang dibuat pun sangat kecil, hingga semua pesan bisa
dimuat hanya dalam satu lempengan.
Meski juga digunakan untuk dokumen
pribadi, lempengan yang ditemukan dalam kondisi baik di kota-kota kuno
tersebut biasanya merupakan arsip pemerintahan, dokumen perdagangan
swasta, serta duplikat naskah-naskah sastra kuno. Menilik peran
pentingnya buku “lembaran” lempeng tanah liat, tak heran bila ia
digunakan selama 2000 tahun.
Papirus (papyrus)
Buku yang lebih muda berikutnya adalah gulungan papirus,
yang menurut salah satu bukti penemuannya diperkirakan sudah lahir di
Mesir tidak kurang dari ± 2500 tahun SM. Gulungan papirus pun sering
“disahkan” sebagai nenek moyang langsung buku modern, bagaimana tidak,
karena lembaran papirus dari tanaman yang banyak tumbuh di lembah Sungai Nil
itu di nilai identik dengan lembaran kertas. Lembaran yang rata-rata
lebarnya ± 12,5 – 15 cm itu disambung-sambung sehingga membentuk
gulungan yang panjang. Selanjutnya tinta tinta berwarna-warni pun
dicoretkan dibagian dalam gulungan “buku” yang memang lebih rapuh
dibandingkan dengan buku dari lempengan tanah liat.

Perkamen
Masih berbentuk gulungan, buku selanjutnya menggunakan bahan perkamen
dari kulit anak sapi. Dengan ukuran lebih lebar dibandingkan dengan
papirus, perkamen tertua yang pernah ditemukan diduga berasal dari tahun
24 SM.
Suatu revolusi bentuk buku terjadi,
ketika muncul “buku” perkamen akordeon atau berlipat-lipat seperti badan
kipas. Dibandingkan repotnya menarik gulungan perkamen, lipatan-lipatan
yang mudah ditarik-ulur tersebut sangat memudahkan orang membuka
bagian-bagian “buku” atau menemukan topik yang dibacanya. Para ahli
sangat yakin, bentuk akordeon inilah yang selanjutnya berkembang menjadi
buku modern.
Permulaan abad 2, tepatnya ± tahun 104 M,
kembali sejarah perbukuan digemparkan dengan munculnya kertas yang
ditemukan oleh bangsa Cina. Namun penerbitan dalam arti seperti yang
dilakukan pada dunia modern baru terjadi setelah kertas beredar ke
masyarakat Barat pada tahun 751. Inovasi baru perpaduan kertas dan
“buku” akordeon melahirkan buku modern seperti yang kita kenal
sekarang.*
Di post kan oleh
Sumber : Intisari, Wikipedia, dan sumber lainnya
Di post kan oleh
Sumber : Intisari, Wikipedia, dan sumber lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar